Sisi Lemah Manusia dan Agama


Oleh : Ahmad Budi Ahda

Salah satu kelemahan manusia dalam hubungan sesama adalah : manusia mengira bahwa apa yang baik menurut dia, layak menurut dia, sopan menurut dia, pantas menurut dia, berlaku universal, dalam artian orang lain di seluruh penjuru bumi persepsinya juga harus sama dengan dia.

Begitu pula sebaliknya, apa yang tidak pantas menurut dia, tidak sopan menurut dia, tidak layak menurut dia, berlaku universal, orang lain wajib berpaham seperti pemahamannya.

Manusia akan menganggap apa yang tidak sama denan dia sebagai kesalahan, lebih jauh hal itu dianggap sebagai suatu keterbelakangan. singkat kata manusia membenci apa saja yang tidak sama dengan dia, dalam benaknya dialah makhluk sempurna yang tercipta dengan segala macam adat kebiasaan serta norma norma yang paling sempurna.

Padahal, standar kepantasan, kelayakan, kepatutan masing masing tempat berbeda, apa yang pantas disini belum tentu pantas di daerah lain, apa yang terlihat normal disini di tempat lain itu justru adalah sebuah aib, merokok sambil berjalan di tempat umum adalah normal bagi kita yang tinggal di indonesia, bagi warga mesir hal tersebut adalah tanda tidak beradab .

Dalam taraf individu seseorang mengira bahwa dirinya sama dengan orang lain, jika kebetualn ada seseorang yang mudah bergaul dan lancar bebicara kepada siapa saja, seketika dia mengira bahwa semua orang harus sama dengannya, ia lupa bahwa ada juga orang yang justru banyak diamnya dan tidak nyaman terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain, singkat kata si banyak omong ini tidak suka kepada si pendiam dimatanya si pendiam ini adalah orang aneh hanya karena software yang terinstal di si pendiam beda dengannya s si banyak omong.

Begitupula dengan agama, agama juga memiliki sifat kebenaran, kelayakan, dan kepantasan universal, padahal sudah kita bahas diatas bahwa standar kebenaran, kelayakan, dan kepantasan itu sifatnya lokal tidak universal, apa yang pantas disini belum tentu pantas di tempat lain.

Karena agama yang bersifat demikian, agama mengharuskan sama dalam banyak hal, agama menganut kebenaran tunggal, agama sangatlah tidak ramah terhadap segala bentuk perbedaan, lebih ekstrim dari itu tidak boleh ada agama lain yang eksis selain agama tersebut, apa yang menurut agama A benar maka menurut agama B pasti salah, keterbelakangan, sesat, penghuni neraka, teman iblis, dsb. untuk paragraf ini pasti anda akan mengira kalau saya liberal dan pluralis, padahal jika anda baca tulisan tulisan saya di blog ini, apalagi baca buku buku saya maka kesimpulan anda akan sangat berbeda.

Agama bersifat demikian karena perumus, peletak dasar dan para pembesar agama adalah manusia, manusia yang memiliki banyak kekurangan, apakah itu berarti agama adalah buatan manusia? saya tidak bilang demikian, tolong jangan disalah artikan dan jangan dipelintir maknanya, agama tetaplah titah Tuhan dari langit, sesuatu agung tak terjangkau oleh akal pikiran manusia yang dimana terpaksa menyusut maknanya karena "terpaksa" harus bisa diterima oleh akal dan logika manusia yang penuh keterbatasan.

Sama seperti cinta yang terpaksa harus dijelaskan kepada anak usia 4 tahun, makna cinta terpaksa harus disederhanakan untuk bisa diterima logika si anak 4 tahun, karena jika tidak disederhanakan dan cinta dijelaskan apa adanya, maka si anak takkan mampu menerimanya, dan akhirnya memenganggap cinta itu tidak ada.

Cinta yang sudah disederhanakan untuk bisa dipahami oleh anak usia 4 tahun ini tentulah memiliki banyak kekurangan, bukan karena cintanya yang tidak sempurna, namun karena makna cinta ini yang "terpaksa" untuk bisa diterima dan dipahami anak usia 4 Tahun.

Lha terus makna kebenaran agama yang sebenarnya bagaimana? jawab : saya tidak tahu. karena keterbatasan kemampuan logika manusia dalam mencerna, namun manusia dibekali Tuhan alat identifikasi berupa Hati, menggunakannya beriringan dengan logika akan menuntunmu ke arah spiritualitas yang lebih baik dari sekarang.

Comments

Artikel Menarik Lainnya

Kumpulan Link Soal - Soal Latihan Nahwu & Balaghah

Ringkasan Ilmu Nahwu Lengkap

Tuhan Yang Hilang, Menggugat Kebijakan Tuhan..!!

Jawaban Tuduhan Tuduhan Negatif Seputar Tahlilan, Yasinan, dan Selamatan.

Selama Ini Kita Dibohongi Sekolah? Atau Dibodohi Agama?

Agama Lain Pernah Diapain Ajah Sama Islam?

Kumpulan Link Soal - Soal Mufrodat Buku Silsilah Azhar

Logical Fallacies, Mengenal Beberapa Kesalahan Berpikir

Bagaimana Cara Menulis Buku Kemudian Menerbitkannya ?

Antara Baikalsk, Irkutsk Rusia, & Bojonegoro