Omongan Tetagga Adalah Kebenaran Mutlak, Sedangkan Realita Adalah Relatif


Oleh : Ahmad Budi Ahda, Lc.

Pernah viral di twitter tentang seseorang yang menangis tersedu sedu meminjam uang 4 juta rupiah karena ada keluarga yang meninggal, uang tersebut hedak digunakan untuk acara tahlilan, dia sebenarnya tahu bahwa tahlilan itu ndak wajib, namun dengan berat hati dia tetap mengadakan acara itu meskipun sebenarya tidak mampu, dia rela melakukan apa saja untuk mengadakan tahlilan meskipun harus dengan hutang dikarenakan TIDAK KUAT DENGAN OMONGAN TETANGGA.

Beberapa hari lalu seorang teman berkelakar kepada saya  bahwa kemahakuasaan Tuhan telah lama dikudeta oleh Uang, menjadikan uang sebagai sang maha kuasa baru dalam jagad kehidupan. belakangan ini setelah viral cuitan twitter dan setelah melihat sekeliling lingkugan, saya jadi berpikir ulang bahwa uang tidak sedirian, ada satu hal lain yang melengkapi kemahakuasaan uang yaitu PERSEPSI yang dalam beberapa kasus persepsi ini menampakkan wujud abstraknya dihadapan manusia sebagai OMONGAN TETANGGA.

Saya lahir dan besar dalam masyarakat jawa, sejak kecil saya mengamati kemudian menyimpulkan bahwa persepsi dalam masyarakat jawa adalah segala galanya, orang orang  rela mengorbankan apa saja demi persepsi, rela menyakiti diri mereka sediri, rela mengorbankan kebahagiaaan sendiri, itulah alasan hampir tidak ada orang jawa yang tidak bisa bersikap bodo amat terhadap omongan tetangga,  bagi orang jawa omongan tetangga adalah "kebenaran mutlak" sedangkan realita adalah "relatif".

Tak peduli bagaimana yang terjadi sebenarnya, tak peduli bagaimana kenyataan dan realitanya, asal persepsi bisa dibangun denga baik itulah reputasi yang bakal dimilikinya, berkaca dari kasus ini, saya menganggap orang yang membangun persepsi dengan mengesampingkan kenyataan sebeanrya adalah orang orang yang menempatkan imajinasi diatas hakiki, mirip dengan pecandu narkoba yang menjalani hidupnya degan imajinasi, bedanya dengan pembangun persepsi : pecandu narkoba membangun imajinasi UNTUK DIRINYA SENDIRI demi kenikmatan, sedangkan pemuja persepsi membangun imajinasi UNTUK ORANG LAIN demi reputasi.

Comments

Artikel Menarik Lainnya

Kumpulan Link Soal - Soal Latihan Nahwu & Balaghah

Ringkasan Ilmu Nahwu Lengkap

Tuhan Yang Hilang, Menggugat Kebijakan Tuhan..!!

Jawaban Tuduhan Tuduhan Negatif Seputar Tahlilan, Yasinan, dan Selamatan.

Selama Ini Kita Dibohongi Sekolah? Atau Dibodohi Agama?

Agama Lain Pernah Diapain Ajah Sama Islam?

Kumpulan Link Soal - Soal Mufrodat Buku Silsilah Azhar

Logical Fallacies, Mengenal Beberapa Kesalahan Berpikir

Bagaimana Cara Menulis Buku Kemudian Menerbitkannya ?

Antara Baikalsk, Irkutsk Rusia, & Bojonegoro