Hukum Amalan Yang Tidak Diperintahkan Rasulullah SAW.



Oleh : Ahmad Budi Ahda, Lc. 
(Founder Abda Publisher)

Apakah hukum Tahlilan? Tingkepan? Shalawatan? Megengan? Tarhim Sebelum Subuh? dan sederet amalan lain yang tidak ada perintahnya secara spesifik dari Rasulullah SAW?  

Kami meringkasnya kedalam 5 point dibawah ini, yang kami berikan contoh adalah untuk tarhim dan bisa masuk kedalam amalan amalan lain yang tidak ada perintahnya dari Nabi.

1. Dalil yg disepakati oleh aimmah madzahib fiqhiyyah ada 4 yaitu quran, sunnah, ijma' qiyas. (Jadi bukan cuma quran sunnah saja) Sedangkan yg diperselisihkan ada banyak, diantaranya maslahah mursalah, istihsan, syar'u man qoblana, amalu ahlil madinah, dsb. Diantara sederet dalil yg disepakati atau diperselisihkan, tidak ada satupun imam madzhab yg berpedoman pada dalil "tidak diperintahkan". 

Jadi bila ada yg menolak suatu amalan dengan dalil "tidak diperintahkan", maka masuk kedalam kategori pendapat "syadz". Karena "tidak diperintahkan" sama sekali tidak dipakai oleh imam madzhab manapun kecuali madzhab kontemporer saudara saudara kita salafi wahabi.

Jadi menolak tarhim dengan dalil "tidak diperintahkan" tidak bisa diterima.

Tuhan Yang Hilang (Best Seller)

2. Jika suatu amalan tidak ada perintah spesifik dan tidak ada larangan spesifik, maka hukum amalan itu "KEMBALI KEPADA HUKUM ASAL"

Contoh : hukum asal sholawat adalah sunnah, dikerjakan dapat pahala, ditinggalkan tidak apa apa.

Nah untuk tarhim ini tidak ada perintah spesifik dikumandangkan sebelum subuh, namun  juga tidak ada larangan spesifik yg melarang dikumandangkan sebelum subuh, maka jika seperti itu hukumnya harus "DIKEMBALIKAN KE HUKUM ASAL"  hukum asal tahrim adalah sunnah, dikerjakan dapat pahala ditinggalkan tidak apa apa.

3. Dalam ushul fiqih ada pembahasan dalil umum ada yg mengkhususkan, dan dalil umum tidak ada yg mengkhususkan.

Contoh dalil umum ada yg mengkhususkan :

Dalil perintah sholat dalam alquran.

Kemudian di hadits nabi dikhususkan dan dispesifikkan serta dijelaskan detail, berapa jumlah shalat yg wajib, waktunya kapan, berapa rakaatnya, dan bagaimana caranya, secara spesifik didetailkan oleh dalil.

Contoh dalil umum tidak ada yg mengkhususkan :

  • Peritah berdizikir
  • Perintah bershalawat
  • Perintah bershadaqah
  • Perintah membaca quran

Perintah perintah diatas karena tidak ada yg mengkhususkan maka hukumnya boleh dilaksanakan kapan saja dan dimana saja, kecuali ada perintah spesifik yg melarangnya.

Contoh : tidak ada perintah khusus shalawat harus dilaksanakan kapan, maka jika tak ada perintah khusus maka kembali kepada umumnya dalil yaitu boleh dilaksanakan kapan saja tak terkecuali sebelum adzhan subuh.

Gugatan Terhadap Fatwa Haram Bunga Bank (Best Seller)

Logika yg mendukung point 3 ini adalah perintah untuk belajar. Ada guru memerintahkan santrinya untuk belajar : "hei nak kamu belajar"!

Kemudian si anak belajar setiap hari sebelum subuh, lantas ada temannya yg nyeletuk : heh kamu itu, tidak ada perintahnya belajar setelah subuh!! Guru memerintahkanmu belajar, tapi tidak khusus belajar sebelum subuh!!

Persis seperti ada perintah untuk bershalawat kepada Nabi. Kemudian ada yg bershalawat kepada nabi setiap sebelum subuh, lalu ada orang yg nyeletuk! Heh itu tidak ada perintahnya shalawat sebelum subuh.

Secara logika kita juga paham celetukan teman si santri bisa diterima atau tidak.

4. Menurut waktu, ibadah dibagi menjadi 2, ibadah yg terikat waktu, dan ibadah yg tidak terikat waktu

Ibadah yg terikat waktu wajib dikerjakan di waktu2 yg telah ditentukan, contoh haji wajib di bulan dzulhijjah, puasa ramadhan wajib dikerjakan dibulan ramadhan, shalat 5 waktu wajib dikerjakan di waktu2 yg telah ditentukan.

Adapun untuk ibadah yg tidak terikat waktu boleh dikerjakan kapan saja, contohnya adalah shalawat, tarhim adalah shalawat, jadi boleh dikerjakan kapan saja tak terkecuali waktu sebelum subuh.

5. Hukum taklifi dalam fiqih hanya ada 5 yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, haram, tidak ada hukum yang bernama bid'ah

jadi jika ada yang mengatakan bahwa hukum amalan A adalah Bid'ah, maka perkataan tersebut tertolak, karena bid'ah tidak termasuk kedalam salah satu hukum taklifi

Comments

Artikel Menarik Lainnya

Kumpulan Link Soal - Soal Latihan Nahwu & Balaghah

Ringkasan Ilmu Nahwu Lengkap

Tuhan Yang Hilang, Menggugat Kebijakan Tuhan..!!

Jawaban Tuduhan Tuduhan Negatif Seputar Tahlilan, Yasinan, dan Selamatan.

Selama Ini Kita Dibohongi Sekolah? Atau Dibodohi Agama?

Agama Lain Pernah Diapain Ajah Sama Islam?

Kumpulan Link Soal - Soal Mufrodat Buku Silsilah Azhar

Logical Fallacies, Mengenal Beberapa Kesalahan Berpikir

Bagaimana Cara Menulis Buku Kemudian Menerbitkannya ?

Antara Baikalsk, Irkutsk Rusia, & Bojonegoro